23.6 C
Kendari
Selasa, 01 September 2026
iklan zonasultra
Beranda Berita Ekobis Antisipasi Gangguan Avtur, Pertamina Uji Kesiapan AFT Hasanuddin

Antisipasi Gangguan Avtur, Pertamina Uji Kesiapan AFT Hasanuddin

3
Antisipasi Gangguan Avtur, Pertamina Uji Kesiapan AFT Hasanuddin
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan pasokan avtur melalui pelaksanaan Table Top Simulation Business Continuity Management System (BCMS).

ZONASULTRA.ID, KENDARI- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan pasokan avtur melalui pelaksanaan Table Top Simulation Business Continuity Management System (BCMS).

Simulasi dilakukan untuk menguji kesiapan AFT Hasanuddin dalam menjaga keberlangsungan pelayanan avtur apabila terjadi gangguan pada jalur pasokan utama. Tim menguji kecepatan respons, pengambilan keputusan, pengelolaan ketahanan stok, serta koordinasi lintas fungsi agar potensi dampak gangguan terhadap pelayanan maskapai dan operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin dapat diminimalkan.

Dalam skenario tersebut, AFT Hasanuddin juga menguji kesiapan alternatif supply menggunakan bridger dari IT Makassar, mulai dari kesiapan fasilitas penerimaan, personel, hingga pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur. Skema ini dipersiapkan agar pasokan tetap dapat berlangsung dengan standar kualitas dan keselamatan yang terjaga hingga jalur utama kembali beroperasi normal.

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi BCMS menjadi sarana untuk memastikan setiap personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi tidak normal.

BACA JUGA :  Momen Lebaran, Pertamina Tambah 221 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sultra

“Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi,” katanya melalui rilis pers, pada Selasa (1/9/2026)

Menurut Andreas, latihan secara berkala juga membantu tim menemukan ruang perbaikan sebelum menghadapi kondisi gangguan yang sebenarnya.

“Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah prosedur, fasilitas, komunikasi, dan kesiapan personel sudah berjalan sesuai harapan. Hasil evaluasi akan kami gunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin,” tambahnya.

Table Top Simulation BCMS melibatkan AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), IT Makassar, serta fungsi dan pemangku kepentingan terkait.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan energi bagi pelanggan penerbangan.

BACA JUGA :  Kelangkaan BBM di Wakatobi, Pertamina Bantah Ada Penyelewengan

“Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan. AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek keselamatan, kualitas, dan kesinambungan supply terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” ujarnya

Lilik menambahkan bahwa kesiapan menghadapi gangguan perlu dibangun melalui latihan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten.

“Kami terus mendorong budaya continuous improvement di seluruh lini. Setiap hasil simulasi menjadi masukan untuk memperkuat prosedur dan koordinasi, sehingga ketika menghadapi kondisi aktual, seluruh tim dapat bergerak dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” bebernya

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus melakukan evaluasi terhadap hasil simulasi untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan fasilitas, efektivitas koordinasi, serta ketangguhan sistem pasokan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan avtur pelanggan tetap dapat dilayani secara aman dan andal dalam berbagai kondisi operasional.

Kontributor: Sutarman