ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemadaman listrik di Kota Kendari dan sekitarnya kembali terjadi. Meskipun intensitasnya tidak terlalu lama, namun kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Manager PLN Cabang Kendari Abdul Maullah mengatakan, saat ini daya mampu listrik di Kota Kendari cukup tipis alis ngepres. Daya mampu yang dihasilkan pembangkit-pembangkit listrik di ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu mencapai 73 megawatt (MW), sementara beban puncak di Kendari juga mencapai 73 MW.
“Kita tidak ada defisit. Ngepres sekali ini. Jadi kalau ada pemadaman itu hanya untuk pemeliharaan pembangkit-pembangkit saja di cuaca seperti ini. Kalau pemadaman rutin kita belum ada,” kata Abdul di Kendari, Rabu (24/2/2016).
Abdul menambahkan, dengan hadirnya PLTU Nii Tanasa 3 yang rencanananya akan mulai beroperasi pada akhir Desember 2016 mendatang, PLN cabang Kendari akan mendapatkan tambahan daya sebesar 10 MW. Selain itu, terdapat tambahan lagi sebesar 50 MW dari PLTG yang rencananya juga akan dioperasikan di Nii Tanasa.
“Kalau semua itu (pembangkit) sudah jalan yah kita gak akan defisit lagi,” kata dia.
Dia menambahkan, saat ini ada sejumlah industri yang tengah mengantri untuk pemasangan listrik sebesar 35 MW, baik smelter maupun industri tapioka, namun pihaknya belum bisa mengakomodir semua karena keterbatasan daya.
“Yang pemda dan sosial akan kita dahulukan,” ucapnya.
Penulis : Jumriati










