
ZONASULTRA.ID, KENDARI— Mahasiswa Program Studi D3 Sanitasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari angkatan 2024 menggelar kegiatan edukasi dan demonstrasi teknologi sanitasi tepat guna di Kelurahan Nambo, Kota Kendari, pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Lurah Nambo, Hasanuddin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sanitasi lingkungan.
Menurutnya, inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan
“Teknologi sederhana seperti ini sangat relevan diterapkan di lingkungan masyarakat karena mudah dipahami, murah, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan lingkungan,” katanya
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Nurqomaria, mengatakan bahwa program tersebut merupakan implementasi nyata dari proses pembelajaran di kampus yang diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam pengembangan teknologi sederhana yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat Melalui Sanitasi Lingkungan yang Bersih dan Berkelanjutan” itu juga membawa slogan “Sanitasi Baik, Lingkungan Sehat, Masyarakat Kuat.”,” tegasnya
Dalam sesi edukasi dan demonstrasi, mahasiswa memperkenalkan sejumlah teknologi sanitasi tepat guna, di antaranya pohon lalat sebagai media pengendalian populasi lalat, filter penjernih air untuk meningkatkan kualitas air bersih, metode Takakura untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta teknik penjernihan air menggunakan serbuk tawas untuk mengendapkan partikel kotoran.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya sanitasi lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan teknologi sederhana tersebut dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kontributor: Sutarman












