Rektor IAIN Kendari : Pers Adalah Salah Satu Penguat Persaudaraan Islam

108
Rektor IAIN Kendari : Pers Adalah Salah Satu Penguat Persaudaraan Islam
DIALOG - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Nur Alim mengungkapkan mahasiswa dan pers adalah salah satu aktor penentu untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan islam di Indonesia di masa yang akan datang. (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

Rektor IAIN Kendari : Pers Adalah Salah Satu Penguat Persaudaraan Islam DIALOG – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Nur Alim mengungkapkan mahasiswa dan pers adalah salah satu aktor penentu untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan islam di Indonesia di masa yang akan datang. (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Nur Alim mengungkapkan mahasiswa dan pers adalah salah satu aktor penentu untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan islam di Indonesia di masa yang akan datang.

Hal itu terungkap dalam dialog peran pers dan mahasiswa dalam menjaga ukhuwah islamiyah dalam bingkai NKRI, yang bekerjasama dengan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) yang digelar, Senin (28/8/2017) di aula IAIN Sultan Qaimuddin Kendari.

Nur Alim mengungkapkan, kemajuan suatu bangsa tidak akan terlepas dari aktor-aktor hebat di belakangnya. Salah satu dari aktor hebat tersebut ialah mahasiswa dan pers.

Melalui pemberitaan dari sebuah media, orang-orang akan mengetahui seperti apa ragam wajah Indonesia, baik dan buruknya. Namun, tidak semua media yang ada dapat dipercayai, sebab tak semua media memberikan informasi yang tepat.

“Kita tidak bisa lepas dari media, karena setiap hari kita mengupdate informasi dari gadget yang kita miliki. Untuk itu saran saya, bacalah informasi yang lengkap narasumbernya dari semua aspek dan lakukan verifikasi. Kita juga punya dosen-dosen tafsir dan hadits yang bisa menjadi sumber untuk melakukan verifikasi kesahihan dari hadits sebagai pembanding bagi informasi,” kata Nur Alim.

Selain itu, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kendari, Zainal yang juga hadir sebagai narasumber mengungkapkan pada usia 17 – 35 tahun menjadi sasaran para pemroduksi isu hoax, karena itu merupakan pasar yang besar. Untuk itu, ia menyampaikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari berita hoax .

“Berhati-hatilah mengakses media yang mengharuskan kita memasukkan email. Caranya cek apakah media itu sudah terdaftar di dewan pers, selain itu lihat jurnalisnya, apakah memenuhi syarat meskipun tidak ada jaminan media sekaliber kompas tidak melakukan kebohongan di publik. Verifikasi kontennya, verifikasi sumbernya,” ungkan Zainal. (B)

 

Reporter : Sri Rahayu
Editor : Kiki