ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pasca kebakaran yang terjadi di ruangan Bagian Umum dan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Senin (12/6/2017) sekira 04.00 Wita kemarin, menyisahkan persoalan yang beragam. Saat ini pasca musibah itu, Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Kepala Bagian (Kabag) Umum, dan Kabag Keuangan, harus berkantor di ruangan Bagian Pemerintahan Setda Kota Kendari.

Kabag Humas Kota Kendari Ali Kibu mengatakan, Bagian Umum dan Keuangan Setda Kota Kendari sudah berkantor dengan menempati ruangan bagian pemerintahan untuk sementara waktu, sambil dicarikan ruangan yang representatif untuk mereka.
“Tidak ada masalah untuk ruangan, tetap mereka berkantor. Ruangan sebenarnya di kantor kita, masih ada beberapa ruangan yang masih kosong. Untuk pelayanan publik normal, tidak ada kendala. Hanya untuk sementara inikan ruangan agak sempit,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (14/6/2017).
Ali Kibu mengungkapkan, atas insiden ini juga, untuk sementara Sekot berkantor di ruangan Bagian Pemerintahan. Dikatakan, ruangan Sekot sebenarnya tidak mengalami musibah kebakaran, hanya saja Alamsyah tidak bisa memasuki ruang kerjanya karena masih dipasangi garis polisi.
(Berita Terkait : Kantornya Terbakar, Asrun : Kantor Wali Kota Sudah Tua)
“Tidak ada masalahnya. Kendalanya karena lagi terbakar digaris polisi, kita tidak bisa melewati. Seandainya bisa kita lewati, pak Sekot tidak akan bergeser. Hanya untuk sementara ini belum bisa menempati kantor. Berkantor ya berkantor, tapi ruangannya tidak bisa,” jelasnya.
Namun, kata dia, kalau mengenai fasilitas dua instansi yang ruangannya terbakar, mereka meminjam fasilitas yang ada di ruangan bagian pemerintahan. Pada intinya tidak menghambat pekerjaan.
Sampai saat ini, kata Ali Kibu, Pemerintah Kota Kendari, belum mengetahui berapa kerugian atas insiden terbakarnya Kantor Wali Kota Kendari itu.
(Berita Terkait : Kantor Walikota Terbakar, Polisi Mulai Berjaga)
“Yang jelas sampai saat ini kerugian belum bisa kita hitung. Apalagi kita belum diizinkan untuk memasuki ruangan yang terbakar, karena Tim Labfor dari Makassar masih melakukan penyelidikan. Hanya saja banyak dokumen di dua instansi tersebut yang ikut terbakar,” tutupnya. (B)
Reporter: Ramadhan Hafid
Editor Tahir Ose










