23.8 C
Kendari
Kamis, 18 Juni 2026
iklan zonasultra
Beranda Artikel Kampus Tim PKM UMW Kendari Gelar Pendampingan CPOTB untuk UMKM Indoherbal di Konawe

Tim PKM UMW Kendari Gelar Pendampingan CPOTB untuk UMKM Indoherbal di Konawe

3
Tim PKM UMW Kendari Gelar Pendampingan CPOTB untuk UMKM Indoherbal di Konawe
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bagi UMKM Indoherbal.

ZONASULTRA.ID, KENDARI– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bagi UMKM Indoherbal.

Kegiatan yang berfokus pada standarisasi produksi dan rancangan label produk jamu cair serta bubuk instan ini dilaksanakan di Desa Punggaluku, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, pada 6 Juni 2026,

Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat ini diketuai oleh Fitri Yanti, akademisi dari Program Studi Kesehatan Masyarakat UMW Kendari. Program ini merupakan bagian dari hibah pengabdian yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pelaksanaan 2026.

Ketua Tim PKM UMW, Fitri Yanti, menjelaskan tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kualitas, higienitas, dan daya saing produk jamu lokal buatan UMKM Indoherbal agar memenuhi standar CPOTB.

“Selain aspek produksi, tim PKM juga memfasilitasi pembuatan rancangan label kemasan yang lebih informatif, profesional, dan sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar,” jelasnya

BACA JUGA :  Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Gelar Lokakarya Implementasi Kurikulum MBKM

Sementara itu, Nur Qomariah, hadir sebagai pemateri utama memberikan edukasi komprehensif mengenai Standar Higiene Sanitasi dan Pengendalian Vektor dalam proses produksi obat tradisional.

“Penerapan standar higiene dan sanitasi yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan alat kerja, hingga proses pengemasan, sangat krusial dalam pembuatan jamu. Hal ini tidak hanya memastikan produk akhir yang aman dan berkhasiat bagi konsumen, tetapi juga merupakan syarat mutlak agar UMKM dapat naik kelas dan memenuhi standar CPOTB,” jelasnya

Adapun itu, beberapa poin penting yang menjadi fokus pendampingan meliputi:

  1. Standarisasi Produksi: Edukasi tata cara pengolahan bahan herbal yang higienis untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga stabilitas khasiat produk.
  2. Penerapan Higiene & Sanitasi: Pelatihan kebersihan fasilitas produksi dan pengendalian vektor penyakit di area kerja UMKM.
  3. Perancangan Label Kemasan: Pendampingan desain label untuk produk jamu cair dan bubuk instan yang memuat informasi nilai gizi, komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan identitas merek secara profesional.
BACA JUGA :  Cegah Stunting Sejak Remaja, UMW Kendari Gelar PKM di SMAN 1 Wawotobi

Untuk kegiatan ini diharapkan program pendampingan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi mitra sasaran. Dengan melalui standarisasi produksi dan perbaikan visual label produk.

“Kami optimis UMKM Indoherbal di Desa Punggaluku dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi para pelaku UMKM itu sendiri,” ujarnya

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para anggota UMKM Indoherbal yang berkomitmen untuk terus menerapkan standar operasional prosedur yang telah diajarkan guna menghasilkan jamu yang bermutu tinggi dan aman dikonsumsi masyarakat luas.

 


Kontributor: Sutarman