
ZONASULTRA.ID, KENDARI– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltiteknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kendari menggelar program edukasi dan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang Sebagai Produk Ramah Lingkungan Melalui Edukasi Pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Petoaha”.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, pada 25 Juni 2026. Ini menyasar langsung permasalahan ganda yang kerap dihadapi warga pesisir yaitu penumpukan sampah cangkang kerang yang mengotori lingkungan kolong rumah panggung serta terbatasnya akses air bersih bebas bau.
Ketua pelaksana kegiatan, Satya Darmayani menjelaskan bahwa program ini memperkenalkan inovasi alat penyaring portabel yang diberi nama Mini Shell-Filter. Solusi Praktis Berbasis “Mini Shell-Filter” yang merupakan teknologi penyaringan air sederhana yang memanfaatkan kandungan Kalsium Karbonat (CaCO3) dari cangkang kerang lokal Petoaha yang telah diolah.
Lebih lanjut, dalam sesi praktik, warga diajarkan langkah-langkah pre-treatment bahan baku, mulai dari merebus cangkang kerang selama 60 menit untuk mematikan kuman dan menghilangkan bau, menjemurnya hingga kering selama tiga hari, hingga menumbuknya menjadi butiran halus berukuran mesh 100.
“Tim penyuluh juga memberikan tutorial pemanfaatan barang bekas. Warga dilatih langsung cara menggunting dan merakit botol plastik bekas sebagai wadah penyaring alternatif yang sangat ekonomis bagi rumah tangga berpenghasilan rendah,” jelasnya
Alat penyaring ini bekerja dengan mengalirkan air keran melewati empat lapisan ajaib yang tersusun rapi di dalam botol filter seperti Lapisan Atas (Cangkang Halus): Berfungsi sebagai penyaring fisik untuk menangkap lumut, lumpur, dan debu.
Untuk Lapisan Tengah 1 (Zeolit): Menyerap zat kapur dan mengikat logam berat seperti zat besi atau mangan yang sering membuat air keran berwarna kuning.
Kemudian, lapisan Tengah 2 (Karbon Aktif): Menghilangkan polutan organik, sisa kaporit, serta bau amis air laut yang mengganggu.
Lapisan Bawah (Kapas): Tahap penjernihan akhir sekaligus penahan agar media filter tidak ikut keluar bersama aliran air bersih.
Sementara itu, kepala Kelurahan Petoaha, Yamin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Dimana program ini memberikan jawaban langsung bagi kebutuhan dasar kami.
“Warga kini tidak hanya tahu cara membersihkan lingkungan dari sampah kulit kerang, tetapi juga bisa membuat alat penyaring air bersih sendiri secara gratis menggunakan botol bekas di rumah,” ujarnya.
Adapun itu, Satya Darmayani, menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini. Kolaborasi antara 3 dosen dan 4 mahasiswa ini kami rancang untuk memicu kemandirian masyarakat pesisir.
“Kami juga menyediakan kode QR yang dapat dipindai warga untuk menonton kembali video tutorial pemasangan dan perawatan berkala alat filter ini kapan saja melalui YouTube,” pungkasnya.
Kontributor: Sutarman












