Impor Beras dan Garam, Haerul Saleh Sebut Pemerintah Harus Introspeksi Diri

168
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Haerul Saleh
Haerul Saleh

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Opsi impor yang dipilih oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras dan garam sangat disayangkan anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Haerul Saleh.

Dia menyatakan, pemerintah harus introspeksi diri terhadap kerja-kerja yang faktanya tidak bisa dihindari bahwa kebutuhan masyarakat belum tercukupi semua .

Pasalnya, di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mencanangkan swasembada pangan.

“Pemerintahan Jokowi sudah mencanangkan swasembada pangan tapi faktanya kita lihat. Memang potensi kita untuk swasembada pangan ini kita sangat besar,” ujar Haerul saat dikonfirmasi di Gedung Nusantara I DPR RI Senayan Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2018).

BACA JUGA :  Masyarakat Setuju Perppu KPK, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPR RI

Menurutnya Indoneaia memiliki luas lahan yang cukup untuk digarap menjadi lahan pertanian. Termasuk potensi penghasil garam karena sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan.

“Potensi garam kita sangat besar, pertanyaanya kok ini tidak bisa dikelola secara maksimal oleh pemerintah,” tandas politisi Gerindra ini.

(Baca Juga : Umar Arsal : Bukan Hanya Beras, Kami Juga Tolak Impor Garam)

BACA JUGA :  Baca Pledoi, Umar Samiun Sembunyikan Kasusnya dari Sang Ibu

Oleh sebab itu harus ada evaluasi agar dapat mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pangan dalam negeri. Selain itu juga harus ada pembenahan sistem agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi seperti melakukan penimbunan stok.

“Ini tanggungjawab pemerintah, harusnya dapat mengantisipasi. Sistemnya itu yang harus dibenahi sehingga tidak ada celah buat para spekulan pedangang-pedagang beras ini menaikan harga,” tutup Haerul. (B)

Reporter : Rizki Arifiani
Editor : Abdul Saban