Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

380
Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi
DESA SOMBU- Desa Wisata Sombu terletak di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Desa ini menawarkan keindahan pantai dan spot diving untuk para wisatawan. (ZONASULTRA.ID)

ZONASULTRA.ID, WAKATOBI – Desa Wisata Sombu terletak di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Desa ini menawarkan keindahan pantai dan spot diving untuk para wisatawan.

Kepala Desa SombU, La Ndilu, mengatakan, Desa Sombu merupakan desa yang pertama kali menjadi desa wisata di Wakatobi.

Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

“Sebenarnya di Wakatobi ini yang pertama kali menjadi desa wisata itu Desa Sombu, tapi waktu itu seharusnya belum bisa maka kami sebagai pemerintah desa melakukan kerja sama dengan kementerian dan meminta saran supaya bisa ditetapkan sebagai desa wisata,” terang La Ndilu.

Ia melanjutkan, pada 2019 dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian Pariwisata. Saat itu, ada 35 desa se-Indonesia yang melakukan PKS, termasuk Desa Sombu.

 Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

La Ndilu bercerita, sebelum ditetapkan menjadi desa wisata, Pemerintah Desa Sombu terlebih dulu melakukan konsultasi dengan Dinas Pariwisata Wakatobi karena saat itu calon desa wisata memiliki banyak persyaratan untuk menjadi desa wisata. Selain berkonsultasi dengan dinas pariwisata, pihaknya juga berkonsultasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD).

BACA JUGA :  Tenunan Khas Daerah Sultra Tampil di Ajang Indonesia Fashion Week 2024

“Setelah kami melakukan konsultasi dengan dinas pariwisata dan dinas PMD kami kemudian melakukan musyawarah dengan masyarakat bahwa Desa Sombu ini akan segera menjadi desa wisata,” kata La Ndilu.

Setelah melakukan musyawarah dengan masyarakat, pemerintah desa kemudian mengajukan surat ke bupati bahwa Desa Sombu tinggal menunggu untuk ditetapkan menjadi desa wisata oleh Kementerian Pariwisata.

Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

Desa Sombu kemudian ditetapkan sebagai desa wisata pada 19 Juni 2019 oleh Kementerian Pariwisata. Sehingga ke depan, kata La Ndilu, setiap tanggal tersebut akan dimasukkan dalam APBDes untuk ulang tahun Desa Wisata Sombu. Di situ akan ada event-event yang ditampilkan, termasuk keunikan desa.

Kata La Ndilu, di Desa Sombu hanya ada dua sektor yang dikembangkan, yaitu pariwisata dan perikanan karena 75 persen masyarakat Desa Sombu adalah nelayan.

Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

Di sektor perikanan, pihak desa tengah mengembangkan tambak pembibitan udang vaname dan juga ikan kerapu. Sementara di bidang pariwisata, selain potensi pantai dengan spot diving-nya yang terus dikembangkan, ke depan pemerintah desa berencana menggali potensi budaya untuk menarik minat orang berwisata ke Desa Sombu.

BACA JUGA :  Seorang Wanita di Kendari Jadi Korban Salah Tembak Polisi

“Jadi saya punya ide tersendiri untuk pengembangan budaya di Desa Sombu ini itu namanya posemba, yaitu atraksi yang ditampilkan ketika ada acara hajatan dengan cara baku tendang betis antara satu orang dengan orang lainnya,” kata La Ndilu.

Dalam mengembangkan Desa Sombu sebagai desa wisata, pemerintah desa mengaku terkendala fasilitas wisata yang belum lengkap, seperti penyewaan alat diving, gazebo, dan homestay.

Sejarah dan Pengembangan Desa Wisata Sombu di Wakatobi

La Ndilu berharap pada 2023 semua program di desanya rampung sehingga ia bisa menganggarkan penyediaan fasilitas wisata melalui dana desa.

“Harapan saya ke depannya sebagai pemerintah desa itu, baik pemerintah daerah ataupun provinsi betul-betul mendukung kami dalam mengembangkan potensi desa wisata di sini,” tutupnya. (*)


Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Muhammad Taslim Dalam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini