33 C
Kendari
Minggu, 01 November 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Kendari Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Kembangkan ATAQ Berbasis Android untuk Pasien Gagal Ginjal...

Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Kembangkan ATAQ Berbasis Android untuk Pasien Gagal Ginjal di RSUD Bahteramas

6
Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Kembangkan ATAQ Berbasis Android untuk Pasien Gagal Ginjal di RSUD Bahteramas
Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari, Dr. Lilin Rosyanti kembangkan Inovasi Terapi Al-Qur’an (ATAQ) berbasis Android melalui penelitian pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Bahteramas Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

ZONASULTRA.ID, KENDARI— Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari, Dr. Lilin Rosyanti kembangkan Inovasi Terapi Al-Qur’an (ATAQ) berbasis Android melalui penelitian pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Bahteramas Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Inovasi ini mengintegrasikan pendekatan spiritual Islam dengan teknologi digital sebagai salah satu upaya mendukung kesehatan psikologis dan spiritual pasien dengan penyakit kronik.

Sebagai penggagas inovasi sekaligus peneliti utama, Dr. Lilin Rosyanti, mengembangkan ATAQ sebagai aplikasi terapi Al-Qur’an yang dapat diakses secara mandiri melalui perangkat Android. 

Dr. Lilin Rosyanti menjelaskan bahwa aplikasi berbahasa Indonesia ini ditujukan bagi masyarakat dewasa untuk meningkatkan pengetahuan tentang terapi spiritual Islam melalui doa, zikir, dan bacaan Al-Qur’an yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi dilengkapi gambar dan audio agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Lebih lanjut, secara konseptual, ATAQ disusun dalam tujuh bagian yang saling berkesinambungan, mulai dari pembersihan hati dan persiapan spiritual, tahapan pelaksanaan terapi melalui bersuci, relaksasi Benson, istigfar, zikir, selawat, doa, serta membaca atau mendengarkan murotal Al-Qur’an. 

“Rangkaian tersebut diakhiri dengan hamdalah, sujud syukur, dan evaluasi. Aplikasi ini juga dilengkapi tuntunan ibadah, doa, dan zikir bagi orang sakit maupun ketika menjenguk orang sakit, termasuk panduan salat dan wudu saat sakit,” katanya melalui rilis pers, pada Sabtu (31/10/2026)

BACA JUGA :  Poltekkes Kendari Gelar Upacara Peringati Hari Kesehatan Nasional ke-57

Menurutnya, ATAQ dirancang agar dapat digunakan secara praktis, fleksibel, dan mandiri tanpa harus selalu didampingi konselor atau terapis. Pengguna dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja, sehingga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap edukasi terapi spiritual dengan lebih efisien dari segi waktu, tenaga, tempat, dan biaya.

“Sebelum diterapkan pada pasien, pengembangan ATAQ diawali dengan studi pendahuluan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pakar bidang keagamaan dan kesehatan. Hasil diskusi menunjukkan perlunya aplikasi terapi Al-Qur’an yang mudah diakses dan memiliki panduan penggunaan secara bertahap. Pengembangan materi edukasi dalam bahasa Inggris juga menjadi bagian dari rencana pengembangan aplikasi,” ungkapnya 

Ia menyebutkan penerimaan masyarakat terhadap aplikasi ini menunjukkan respons positif. Dalam evaluasi yang melibatkan 321 responden, sebagian besar memberikan penilaian baik terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan materi, ketepatan isi, dan manfaat aplikasi. Bahkan, seluruh responden memberikan penilaian positif pada aspek kemutakhiran aplikasi. 

“Berbagai masukan pengguna selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan, termasuk pengembangan konten, ilustrasi, video, fitur interaktif, notifikasi, dan konseling daring.

Pengembangan ATAQ kemudian dilanjutkan melalui penerapan langsung pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Bahteramas. Program terapi dilaksanakan selama 30 hari pada periode Mei sampai Juli 2023,” ujarnya 

BACA JUGA :  Poltekkes Kendari Wisuda 250 Lulusan

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Lilin Rosyanti,  sebagai peneliti utama, bersama anggota peneliti Indriono Hadi, serta Prof. Dr. Heru Santoso Wahito Nugroho, dari Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti juga melibatkan delapan enumerator yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan mengenai tata cara pemberian terapi ATAQ kepada pasien. Selama pelaksanaan, pasien mengikuti rangkaian terapi yang mengintegrasikan doa, zikir, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Bagi Dr. Lilin Rosyanti, pengembangan ATAQ merupakan upaya menghadirkan inovasi penelitian yang menghubungkan pendekatan spiritual dengan perkembangan teknologi digital. Melalui aplikasi yang mudah diakses, edukasi dan panduan terapi Al-Qur’an diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat, termasuk pasien yang membutuhkan dukungan spiritual dalam menghadapi penyakit dan proses pengobatan jangka panjang.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Direktur RSU Bahteramas atas dukungan dan fasilitasi pelaksanaan penelitian di lingkungan rumah sakit, serta kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari atas dukungan institusi terhadap pengembangan dan pelaksanaan penelitian,” ujarnya 

“Ke depan, pengembangan ATAQ diarahkan pada penyempurnaan aplikasi, penguatan materi edukasi, pengembangan fitur interaktif, serta perluasan evaluasi penerapan pada kelompok masyarakat dan pasien dengan kebutuhan kesehatan yang berbeda,” lanjutnya.

Kontributor: sutarman