33 C
Kendari
Minggu, 01 November 2026
iklan zonasultra
Beranda Artikel Kampus Riset Dr. Lilin Rosyanti, Aplikasi ATAQ Bantu Turunkan Kecemasan Pasien Jantung

Riset Dr. Lilin Rosyanti, Aplikasi ATAQ Bantu Turunkan Kecemasan Pasien Jantung

0
Riset Dr. Lilin Rosyanti, Aplikasi ATAQ Bantu Turunkan Kecemasan Pasien Jantung
Dosen sekaligus peneliti Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari, Dr. Lilin Rosyanti, mengembangkan inovasi Aplikasi Terapi Al-Qur’an (ATAQ) berbasis Android sebagai pendamping spiritual bagi pasien penyakit kardiovaskular yang menjalani perawatan di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD Kota Kendari.

ZONASULTRA.ID, KENDARI — Dosen sekaligus peneliti Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari, Dr. Lilin Rosyanti, mengembangkan inovasi Aplikasi Terapi Al-Qur’an (ATAQ) berbasis Android sebagai pendamping spiritual bagi pasien penyakit kardiovaskular yang menjalani perawatan di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD Kota Kendari.

Inovasi ini menunjukkan potensi terapi spiritual dalam membantu menurunkan kecemasan dan stres serta meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani perawatan medis.

Dr. Lilin Rosyanti menyampaikan bahwa pengembangan ATAQ berangkat dari pemahaman bahwa penyakit kronis tidak hanya menimbulkan gangguan fisik, tetapi juga dapat memberikan beban psikologis, sosial, dan spiritual bagi pasien.

“Kecemasan, stres, perubahan kondisi kehidupan, serta keterbatasan dalam mengelola penyakit menjadi tantangan yang sering dihadapi pasien. Dalam situasi tersebut, keyakinan dan praktik spiritual dapat menjadi sumber ketenangan, kenyamanan, makna kehidupan, serta dukungan dalam menghadapi proses pengobatan,” katanya melalui rilis pers, pada Minggu (1/11/2026)

Menurutnya, ATAQ dirancang agar mudah digunakan melalui perangkat Android, sehingga pengguna dapat mengakses panduan terapi secara lebih praktis. Aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis, tetapi menjadi pendekatan pendamping yang memperhatikan dimensi spiritual dalam pelayanan kesehatan secara holistik.

Lebih lanjut, pengembangan ATAQ dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian sebelumnya telah menerapkan aplikasi ini pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di ruang Hemodialisis RSU Bahteramas Kendari.

BACA JUGA :  Poltekes Kendari Gelar Seminar tentang Penanganan Gangguan Jiwa

“Pengalaman tersebut kemudian menjadi landasan untuk melanjutkan kajian penerapan ATAQ pada kelompok pasien dengan karakteristik penyakit berbeda, yaitu pasien penyakit kronis kardiovaskular yang dirawat di ruang ICCU RSUD Kota Kendari,” bebernya.

Riset Dr. Lilin Rosyanti, Aplikasi ATAQ Bantu Turunkan Kecemasan Pasien Jantung

Kemudian, untuk mengkaji penerapannya, penelitian dilakukan pada pasien dewasa dengan penyakit kronis kardiovaskular yang menjalani perawatan di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD Kota Kendari.

Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest, melibatkan 60 pasien yang dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri atas 20 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memperoleh terapi ATAQ mengalami penurunan tingkat kecemasan dan stres yang bermakna secara statistik, disertai peningkatan kualitas hidup. Perubahan positif juga ditemukan pada kelompok yang mendapatkan terapi murotal Al-Qur’an.

Pada kelompok ATAQ, tingkat kecemasan mengalami penurunan dari rata-rata 29,30 menjadi 19,40, sedangkan tingkat stres menurun dari 25,65 menjadi 13,65. Kualitas hidup pasien juga mengalami peningkatan dari rata-rata 519,60 menjadi 542,95.

Adapun itu, ia mengukapkan pengembangan ATAQ juga memperhatikan kesesuaian pendekatan dengan latar belakang budaya dan keyakinan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar, praktik membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa merupakan bagian dari kehidupan spiritual masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan pengembangan aplikasi agar panduan terapi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

BACA JUGA :  Melalui Germas, Poltekkes Kendari Ajak Warga Kolut Cegah Penyakit Menular

“Sebanyak 87,2 persen responden menilai aplikasi mudah dipahami, 82,9 persen menilai informasinya tepat, 81 persen menyatakan aplikasi sangat dibutuhkan, dan 78,5 persen menyatakan puas terhadap aplikasi.

Masukan pengguna menjadi bagian penting dalam penyempurnaan ATAQ. Beberapa saran yang disampaikan antara lain penambahan materi, pembaruan informasi secara berkala, serta pengembangan fitur berupa animasi, video, dan panduan audio yang lebih interaktif,” ujarnya

Selain itu, Dr. Lilin Rosyanti, pengembangan ATAQ merupakan upaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, pendekatan keperawatan, dan teknologi kesehatan digital dalam satu model pendampingan pasien.

Dimana, inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam memberikan dukungan spiritual yang lebih terarah, sesuai dengan kebutuhan serta kondisi pasien.

“Ke depan, ATAQ diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi edukasi dan panduan terapi spiritual, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi salah satu acuan dalam pelayanan perawatan spiritual di rumah sakit maupun puskesmas,” ujarnya.

Kontributor: Sutarman