
ZONASULTRA.ID, KENDARI — Inovasi SEMANGAT yang dikembangkan oleh Dr. Lilin Rosyanti, menunjukkan implementasi nyata melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) Desa Poltekkes Kemenkes Kendari di Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan.
Pelaksanaan program pada 2 sampai 13 Februari 2026. Dimana kegiatan tersebut menghadirkan berbagai intervensi kesehatan masyarakat yang melibatkan mahasiswa lintas profesi.
Implementasi SEMANGAT dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif dengan mengintegrasikan delapan langkah, yaitu Skrining, Edukasi, Mobilisasi Masyarakat, Asupan Gizi, Navigasi Layanan Imunisasi, Gerakan Keluarga Sehat, Aktivitas Fisik, dan Tindak Lanjut.
Program ini melibatkan 460 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Keperawatan, Teknologi Laboratorium Medis, Gizi, dan Kebidanan, yang tersebar di 10 Desa di Kecamatan Lainea.
Salah satu hasil penting pelaksanaan program adalah teridentifikasinya berbagai masalah kesehatan masyarakat melalui kegiatan skrining penyakit tidak menular. Dari hasil pencatatan kegiatan, terdapat 817 kasus atau kondisi kesehatan yang teridentifikasi, dengan hipertensi sebagai temuan terbanyak sebanyak 434 kasus.
Temuan ini menjadi dasar penting bagi penguatan edukasi dan tindak lanjut kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengendalian faktor risiko penyakit kardiometabolik.
Pada komponen intervensi, sejumlah kegiatan berhasil menjangkau masyarakat sesuai target yang telah ditetapkan. Edukasi gerakan anti-stunting mencapai 95%, kegiatan asupan gizi dan demonstrasi pengolahan pangan mencapai 90,8%, serta aktivitas fisik mencapai 90%.
Sementara itu, mobilisasi masyarakat untuk hidup sehat mencapai 70% dan edukasi imunisasi mencapai 71,6%. Capaian tersebut menggambarkan pelaksanaan intervensi yang beragam dengan tingkat keterjangkauan yang berbeda pada setiap komponen.
Dr. Lilin Rosyanti, menjelaskan pelaksanaan SEMANGAT menjadi bagian penting dari pengembangan inovasi akademik yang tidak berhenti pada penyusunan konsep, tetapi diarahkan pada penerapan, pembelajaran dari hasil pelaksanaan, dan pengembangan program secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, data dan pengalaman lapangan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi intervensi, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta mengoptimalkan peran kader dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
“Kolaborasi interprofesional antara mahasiswa dan dosen dari empat program studi menjadi kekuatan pelaksanaan PKLT. Setiap disiplin ilmu berkontribusi sesuai kompetensinya, sehingga penanganan masalah kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih terpadu,” katanya melalui rilis pers, pada Sabtu (31/10/2026)
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam bekerja sama lintas profesi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ia berharap inovasi SEMANGAT dapat terus dikembangkan melalui penguatan kader kesehatan, sinergi dengan Puskesmas dan pemerintah desa, serta integrasi dalam kegiatan PKLT, pengabdian kolaboratif dosen, dan program bina wilayah.
“Melalui delapan langkah SEMANGAT, berbagai permasalahan kesehatan masyarakat diharapkan tidak lagi ditangani secara terpisah-pisah, tetapi dapat dikenali, ditangani, dan ditindaklanjuti secara terpadu dan bersama-sama. Harapan saya, SEMANGAT dapat diadopsi dan dikembangkan oleh Poltekkes lain sehingga menjadi salah satu inovasi dalam menjawab kompleksitas permasalahan kesehatan dan berkontribusi pada terwujudnya derajat kesehatan seluruh masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lalu, Dr. Lilin Rosyanti mengapresiasi kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Teguh Fathurrahman, serta seluruh dosen, mahasiswa, pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Melalui implementasi ini, SEMANGAT diharapkan terus berkembang sebagai model intervensi kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi interprofesional yang dapat dievaluasi, diperkuat, dan direplikasi sesuai kebutuhan wilayah,” ujarnya.
Kontributor: sutarman












