22.9 C
Kendari
Selasa, 23 Juni 2026
iklan zonasultra
Beranda Artikel Kampus Cegah TB Sejak Dini, UMW Kendari Bekali Kader dan Keluarga di Kelurahan...

Cegah TB Sejak Dini, UMW Kendari Bekali Kader dan Keluarga di Kelurahan Nambo

4
Cegah TB Sejak Dini, UMW Kendari Bekali Kader dan Keluarga di Kelurahan Nambo
Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional eliminasi Tuberkulosis (TB), tim dosen Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Peran Kader dan Keluarga dalam Pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kelurahan Nambo”.

ZONASULTRA.ID, KENDARI– Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional eliminasi Tuberkulosis (TB), tim dosen Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Peran Kader dan Keluarga dalam Pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kelurahan Nambo”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Nambo, mulai pada 11 sampai 12 Juni 2026. Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan melibatkan kader kesehatan, keluarga, tokoh masyarakat, serta pemerintah Kelurahan Nambo.

Program PKM ini diketuai oleh Sari Arie Lestari dengan anggota tim Titi Saparina. L dan Wa Ode Yuliastri. Kemudian melibatkan dua orang mahasiswa UMW Kendari sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ketua tim PKM UMW Kendari, Sari Arie Lestari, menjelaskan bahwa pengendalian TB memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan keluarga sebagai pihak yang paling dekat dengan pasien.

“Keberhasilan pengobatan TB tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan pendampingan kader di masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader dan keluarga menjadi salah satu strategi penting dalam upaya percepatan eliminasi TB,” katanya melalui rilis pers, pada Selasa (23/6/2026)

BACA JUGA :  134 Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UMW Kendari Diyudisium

Ia menyebutkan beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis, pelatihan kader kesehatan, serta screening atau penjaringan suspek kasus TB sebagai upaya deteksi dini di masyarakat.

Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala TB, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Selain edukasi dan pelatihan, tim PKM juga melakukan pembagian Buku Kontrol Pengobatan TB serta Buku Panduan Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis bagi Kader dan Keluarga. Buku tersebut disusun sebagai media pembelajaran dan pendampingan yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kader maupun keluarga dalam mendukung pasien TB selama proses pengobatan,” sebutnya

Sementara itu, selaku dosen UMW Kendari mengukapkan untuk memperkuat penyebarluasan informasi kesehatan, tim PKM turut membagikan poster edukasi TB yang berisi informasi mengenai tanda dan gejala TB, cara pencegahan penularan, etika batuk, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

BACA JUGA :  LPPM UMW Kendari Gelar Monev Internal PkM Dosen Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2025

“Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi yang mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya

Anggota tim PKM, Titi Saparina L menyampaikan bahwa kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Melalui pelatihan ini, kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan edukasi, pendampingan pasien, serta membantu menemukan kasus TB di masyarakat secara lebih dini,” jelasnya.

Selain itu, Wa Ode Yuliastri menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan pengobatan pasien TB. Dukungan keluarga sangat menentukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan yang relatif panjang.

“Dengan pengetahuan yang baik, keluarga dapat menjadi pendamping yang efektif bagi pasien hingga dinyatakan sembuh. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” bebernya

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut Lurah Nambo memberikan apresiasi dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pengendalian TB di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Kontributor: Sutarman