Ramai Soal Pencemaran Sumber Air Warga di Wawonii, Ini Penjelasan Penambang

121
Ramai Soal Pencemaran Sumber Air Warga di Wawonii, Ini Penjelasan Penambang
SUMBER AIR - Tangkapan layar dari video seorang Warga Wawonii, Konawe Kepulauan (Konkep) yang mengeluhkan air keruh

ZONASULTRA.ID, WAWONII – Isu soal pencemaran terhadap air yang menjadi kebutuhan warga Wawonii, Konawe Kepulauan (Konkep) sedang ramai di media sosial, salah satunya Facebook. Sorotan berupa unggahan sejumlah video menjadi perbincangan hangat warganet.

“Bukan lagi air ini yang keluar. Ini buktinya, lumpir he yang keluar ini,” ujar salah seorang warga melalui video yang beredar di Facebook.

Terkait keluhan warga di Roko-Roko Raya, Wawonii Tenggara tersebut, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) selaku penambang menjelaskan keruhnya air bersih masyarakat ini, lebih disebabkan curah hujan yang tinggi mengakibatkan lapisan tanah permukaan terbawa sampai ke sumber mata air. PT Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah Roko-Roko Raya, inipun melakukan upaya pemulihan air bersih, sehingga masyarakat kembali bisa menikmati air bersih. Hasil pantauan terhadap TSS (Total Suspended Solid) atau padatan yang terlarut dalam air, masih berada di bawah ambang batas aturan yang berlaku.

“Per kemarin (Senin, 29/05/2023), hasil pantauan kami terhadap TSS di sumber mata air sebesar 18 miligram per liter.

Sementara, ambang batas atas TSS yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 adalah 50 miligram per liter. Maka dari itu, kualitas sumber mata air ini masih sesuai dengan ambang batas aturan yang berlaku,” ujar Rivaldi Mekel, Environmental Supervisor PT GKP melalui siaran pers.

Di Wawonii, bulan Mei sampai Agustus, merupakan musim hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Setiap musim penghujan datang, limpasan air juga yang cukup tinggi dengan membawa berbagai lapisan tanah permukaan, sehingga beberapa sungai mengalami kekeruhan. Limpasan air itulah yang kemudian masuk juga ke mata air yang selama ini
dikonsumsi warga.

Ramai Soal Pencemaran Sumber Air Warga di Wawonii, Ini Penjelasan Penambang
Pengambilan sampel air di wilayah Wawonii Tenggara

“Di Wawonii, secara umum, kalau musim hujan banyak sumber air yang keruh, bahkan sampai banjir. Sehingga, sungai memenuhi ruas jalan dan kendaraan tidak bisa lewat,” ujar Marlion selaku Koordinator Humas PT GKP.

Sejak kejadian air keruh akibat curah hujan tersebut, PT GKP telah melakukan berbagai upaya penanganan mulai dalam pemulihan sumber air, pembersihan bak penampungan air warga, dan juga melakukan penggalian sumur bor sebagai sumber mata air alternatif. Dua sumur bor yang dikerjakan di Desa Sukarela Jaya dan Dompo-Dompo Jaya, sudah selesai dan berhasil memproduksi sumber air bersih. Namun, tetap sumur bor ini difungsikan sebagai alternatif, jika sumber mata air keruh.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan perusahaan, dalam mengatasi masalah air bersih yang dialami warga. Termasuk juga membuat sumur bor, sehingga kami warga sudah memiliki beberapa alternatif sumber air bersih,” ujar Subandri, Imam Desa Sukarela Jaya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pendistribusian air bersih melalui water truck ke rumah-rumah warga di dua desa tersebut. Bahkan sampai saat ini, meski sumber mata air sudah kembali digunakan, distribusi air melalui water
truck masih terus dilakukan.

Pada 18 Mei 2023 lalu, beberapa hari setelah kejadian air bersih tersebut, PT GKP juga mendapatkan kunjungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), baik dari Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Kabupaten Konawe Kepulauan. Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding yang memimpin rombongan Forkopimda Provinsi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT GKP.

Menurut dia, yang dilakukan PT GKP dalam pengelolaan lingkungan dan kegiatan pertambangan secara umum, sudah mengikuti ketentuan good mining practice. Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Konawe Kepualauan, Andi Muhammad Luthfi, yang juga hadir melakukan tinjauan lapangan. Menurut dia, selain sudah melakukan kegiatan pertambangan yang baik dan benar, PT GKP juga sigap dan cepat dalam melakukan penanganan masalah air bersih, sehingga masyarakat bisa terus mendapatkan air bersih.

PT GKP juga melakukan pengambilan sampel air untuk diuji apakah terdapat kandungan berbahaya yang ikut terlarut dalam air. Hasil laboratorium menunjukan bahwa baku mutu air, baik di mata air, sungai, dan juga laut, masih berada di bawah ambang batas aturan yang berlaku.

“Pengambilan sampel dari air keruh ini kami lakukan, jangan sampai perusahaan dianggap sebagai penyebab utama keruhnya sumber air. Sekaligus juga menunjukkan, bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Apalagi, selama ini, hubungan perusahaan dan masyarakat terjalin sangat baik,” ujar Aldo Sastra, Superintendent CSR PT GKP. (*)

 

Editor: Muhamad Taslim Dalma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini