Kisah La Jara, ODP Corona Asal Buton yang Isolasi Diri di Kebun

837
ISOLASI DIRI - Pertemuan ayah yang mengisolasi diri dan anak yang membawakan makanan di tengah pandemi corona, di Buton Rabu (8/4/2020). La Jara, warga Pasarwajo yang punya riwayat dari Nunukan menginap di kebun guna memutus penyebaran Covid-19. (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Jika tidak bisa membantu maka jangan menyusahkan. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh La Jara (54), warga Desa Kabawakole, Pasarwajo, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Prinsip itupula yang membuatnya mantap mengisolasi diri di pondok kebunnya. La Jara yang masuk kategori ODP corona ini memastikan dirinya tidak berinteraksi dengan orang lain selama masa karantina mandiri, demi melindungi keluarga dan warga desanya.

Lelaki paruh baya itu baru pulang dari Nunukan, Kalimantan Utara. Dia tiba di Kota Baubau pada 6 April 2020 menggunakan kapal Pelni KM Lambelu. Tiba di desanya, ia memilih tinggal di pondok kebun.

KM Lambelu diketahui pernah ditumpangi 4 warga Nunukan yang positif Covid-19. Selain itu, berdasarkan hasil rapid test, tiga orang anak buah kapal (ABK) KM Lambelu juga dinyatakan positif Covid-19. Sehingga La Jara memilih menjauhi pemukiman warga demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Kepala Desa Kabawakole, Abdul Kadir, tindakan yang dilakukan warganya itu muncul dari kesadaran diri sendiri. Biar tidak menularkan virus corona jika ternyata telah terpapar.

“Ini isolasi mandiri dari keluarga, dan telah disepakati warga desa. Karena beliau ini datang dari Nunukan beberapa waktu lalu,” terang Abdul Kadir dijumpai di kebun milik La Jara, Rabu (8/4/2020).

BACA JUGA :  Disabilitas Netra dan Pemilu: Antara Keinginan dan Keraguan Memilih

Selain La Jara, ada beberapa lagi warga Desa Kabawakole yang baru pulang kampung menggunakan KM Lambelu 6 April lalu. Mereka juga mengisolasi diri, hanya bedanya dilakukan di rumah masing-masing.

“Kalau yang punya kebun, lalu di situ ada tempat yang bagus, pondok kebunnya masih bagus, maka kami sarankan untuk tinggal di kebun dulu,” kata Abdul Kadir.

Isolasi Diri Sambil Merawat Tanaman

Sore itu mendung. Bersama Dedi, anak laki-laki La Jara, kami pergi mengunjungi La Jara di kebun miliknya. Dedi membawakan makanan untuk ayahnya.

Saat kami tiba, La Jara terlihat dalam kondisi bugar. Ia baru saja selesai membersihkan kebun yang ditanami sayur-sayuran dan jagung itu. Sudah dua hari lelaki paruh baya itu menginap di sana.

Setiap hari, pagi dan sore, Dedi membawakan makanan untuk ayahnya yang tengah mengisolasi diri. Menuju kebun, jalan yang dilalui tidak begitu rumit, sehingga tiap hari Dedi mengantar makanan menggunakan sepeda motor.

Kisah La Jara, ODP Corona Asal Buton yang Isolasi Diri di Kebun
La Jara terlihat sedang memperhatikan tanaman jagung yang baru tumbuh di kebunnya. Sambil isolasi diri, ia merawat tanaman itu

Tiap kali bertemu ayahnya, Dedi pasti akan memakai masker. Ia juga berusaha tidak berinteraksi dengan ayahnya saat bertemu.

“Begini, setiap hari bawa makanan di kebun,” kata Dedi kepada awak media.

Dedi berusaha memenuhi nutrsi, karbohidrat, dan vitamin dalam makanan yang dikonsumsi ayahnya. Tujuannya agar imun tubuh sang ayah tetap kuat.

BACA JUGA :  Hakim Perempuan di PN Andoolo Ungkap Keresahan, dari Minim Fasilitas hingga Rentan Intervensi

Sementara La Jara, tiap hari selalu melakukan kegiatan di kebun. Walau sekadar keliling kebun melihat perkembangan tanaman.

Tak Ada Gejala Corona

Sudah dua hari La Jara menjalani isolasi di kebun. Sampai hari ini dia mengaku merasa sehat. Meski demikian, dia sadar betul pentingnya membatasi diri agar tidak berinteraksi sosial.

La Jara juga sempat mengingatkan kami menjaga jarak saat melakukan proses wawancara.

Kata dia, sejak pulang hingga saat ini belum ada tanda-tanda gejala corona seperti demam, flu maupun batuk. Dia juga telah memeriksakan kesehatannya saat pertama kali tiba di Pelabuhan Murhum Baubau.

“Saya berpikir memang bagus tinggal di sini dulu,” terangnya.

Menurut dia, keluarga nomor satu. Olehnya itu ia tidak ingin membawa penyakit itu ke dalam keluarganya.

Dalam pondok kebunnya, terlihat La Jara hanya memiliki fasilitas seadanya. Tanpa kasur, hanya ada tikar dan bantal serta kelambu untuk tidur. (*)

 


Kontributor: Risno Mawandili
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini